Sebagaimana dilansir laman kantor berita Israel
Haaretz (Minggu, 6/7), Polisi Israel menangkap enam tersangka dalam pembunuhan seorang remaja Palestina. Keenam tersangka merupakan kelompok garis keras Yahudi Israel. Maka dari itu, polisi menyimpulkan bahwa motif pembunuhan ini adalah rasa nasionalisme yang terlalu berlebihan.
"Polisi telah menyelidiki berbagai maca motif kematian remaja itu, termasuk motif kriminal atau personal. Namun bukti-bukti mengarah ke ekstremis Yahudi," ujar seroang pejabat Israel yang tak mau disebutkan namanya lantaran penyelidikan kasus ini masih berlanjut.
Saat ini keenam tersangka tersebut tidak diperkenankan untuk bertemu dengan pengacara. Psalnya secara hukum yang berlaku, tersangka bisa dicegah untuk menerima bantuan hukum hingga 10 hari jika mereka diduga melakukan kejahatan nasionalis. Periode itu waktu dapat diperpanjang sampai 21 hari dengan persetujuan pengadilan.
Mohammad Abu Khedair diculik dan dibunuh oleh warga Israel. Pihak Palestina menyebutkan bahwa ia tewas setelah dibakar hidup-hidup. Jenazah Khedair baru ditemukan pada Rabu (2/7) waktu setempat dan dikebumikan di kawasan Shuafat, Yerusalem timur. Ia dikubur usai salat Jumat (4/7) waktu Israel.
[ian]
BERITA TERKAIT: