"Yang perlu kita waspadai sekarang ini lagi musim-musimnya demam sepak bola, sementara demam Pilpres berkurang. Jangan sampai tanggal 9 Juli semua orang ramai-ramai menonton siaran Piala Dunia sampai subuh lalu terlambat bangun sehingga tidak datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Kapolda Papua Irjen Polisi Tito Karnavian di Timika, Rabu (25/6).
Ia meminta warga Papua aktif menggunakan hak pilihnya karena pilihan warga Papua ikut menentukan pemimpin di negara ini sekaligus juga menentukan keberlanjutan pembangunan di Papua lima tahun ke depan.
Tito juga meminta KPU, Bawaslu/Panwaslu, Pemerintah Daerah di seluruh Tanah Papua agar aktif mensosialisasikan Pilpres ke masyarakat akar rumput agar mereka dapat menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 9 Juli nanti.
"Kita minta sosialisasinya lebih gencar, jangan sampai masyarakat yang di gunung-gunung tidak tahu kalau tanggal 9 Juli ada Pilpres. Bukan karena masyarakat tidak mau menggunakan hak pilih, tapi karena dia tidak tahu karena tidak pernah ada sosialisasi," ujarnya.
Menurut dia, penyelenggaraan Pilpres 9 Juli yang berkualitas sangat ditentukan oleh profesionalitas penyelenggara mulai dari KPU maupun perangkat di bawahnya. Tito meminta KPU di setiap kabupaten/kota di wilayah Papua dan Papua Barat harus memastikan logistik Pilpres berupa kotak suara, surat suara dan lainnya tidak terlambat sampai di TPS, termasuk di wilayah-wilayah pedalaman.
"Saya sudah memerintahkan para Kapolres agar seluruh anggotanya yang melakukan pengamanan di TPS untuk mencatat hasil rekapitulasi suara. Kalau ada yang menyimpang, kita punya data pembanding," tandas Tito seperti dilansir dari
Antara.
Tingkat partisipasi warga Papua saat Pemilu Legislatif 9 April lalu dinilai sangat tinggi lantaran semua mesin politik bekerja, bahkan caleg-caleg sibuk berkampanye sampai di kampung-kampung pedalaman.
[rus]
BERITA TERKAIT: