Kader muda NU, Ahmad Jabidi Ritonga merasa prihatin melihat akan masa depan NU dan jamaahnya. Pasalnya, pada pilpres 2014 kali ini, NU seperti kehilangan arah dan kepemimpinan, para pimpinan tertinggi NU menjacari jalan aman sendiri-sendiri, seolah tidak mengeyampingkan masa depan NU dan jamaahnya.
"Kita sedih dan sangat terpukul oleh sikap para pemegang amanah NU, bentuk califikasi NU tidak berpolitik praktis jangan dijawab dengan aksi dukung mendukung oleh oknumnya, ini jaman bukan jaman edan lagi, SDM manusia sudah sangat dapat mengerti," kata Jabidi kepada redaksi, Rabu (25/6).
Sekjen PB PMII demisioner ini juga merasa malu, tidak bisa menjawab manakala ada jamaah NU yang bertanya, akan memilih siapa pada pilpres 9 Juli nanti.
"Saya juga merasa malu, ada yang tanya, NU pilih siapa? Saya jawab tidak ada pilihan, yang jualan banyak," ujar Jabidi.
Kesimpulannya, Jabidi ingin protes keras terhadap pimpinan lembaga-lembaga NU yang hanya mementingkan pribadi dan kelompoknya.
"Kami akan dorong mosi tidak percaya, jika situasi ini terus berlanjut, kami akan sampaikan ke basis-basis NU dengan didampingi para ulama, jika kedzoliman umat ini terus berlangsung. Kalau mau dukung capres silahkan, kalau tidak mau dukung silahkan, yang jelas ada keputusan bersama, sehingga jamaah tidak bingung dan merasa dibodohi," demikian Jabidi.
[rus]
BERITA TERKAIT: