Sejumlah indikator utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak melemah, mencerminkan tekanan yang cukup kuat di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif selama sepekan.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa pelemahan paling terlihat terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi cukup dalam dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya.
“Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 2,42 persen sehingga ditutup pada level 6.956,804, dari posisi 7.129,490 pada pekan lalu,” ujar Kautsar dalam keterangan resminya, Jumat 1 Mei 2026.
Koreksi IHSG tersebut turut menyeret turun kapitalisasi pasar. Dalam periode yang sama, nilai kapitalisasi BEI menyusut 2,78 persen menjadi Rp12.382 triliun, dari sebelumnya Rp12.736 triliun.
Aktivitas perdagangan juga ikut melandai. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat turun 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun sepanjang pekan ini.
Pelemahan lebih dalam tampak pada sisi aktivitas transaksi. Rata-rata volume harian anjlok 17,32 persen menjadi 37,11 miliar saham, sementara frekuensi transaksi ikut turun 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali.
Di sisi lain, tekanan dari investor asing masih membayangi pasar. Pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,486 triliun.
"Sepanjang 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp49,874 triliun," tambah Kautsar.
BERITA TERKAIT: