masalah ekonomi secara komprehensif. Cakupannya adalah daerah, nasional, regional dan global.
"Itulah perbedaan pilpres dan pilkada," kata mantan Anggota DPR, Muhammad Hatta Taliwang kepada redaksi, Senin (16/6).
Capres juga harus mampu bicara misalnya Asean Free Trade Area (AFTA), sistem ekonomi nasional, strategi hadapi modal asing, masalah ekspor-impor, daya saing bangsa, masalah utang negara, dukungan iptek untuk membangkitkan ekonomi dan lain sebagainya.
"Dari perdebatan tampak mana capres yang memiliki pemahaman makro dan mikro, dan mana yang cuma memiliki pemahaman mikro saja," ujar Koordinator Gerakan Diskusi 77/78 ini.
Jelas Hatta, karena yang dicari adalah presiden dan bukan cari bupati atau gubernur, maka ukuran-ukuran pemahaman seperti yang disebutkan diatas bisa jadi pertimbangan dalam memilih.
"Indonesia sekarang butuh gagasan besar, karena dengan gagasan besar itulah Bung Karno dkk memerdekakan Indonesia. Indonesia sedang terpuruk, karena itu Indonesia butuh pemimpin dengan ide besar dengan tingkat kemampuan mengimplementasikan yang mumpuni," demikian Hatta Taliwang.
[rus]
BERITA TERKAIT: