Harus Dibedakan Mana Debat Capres dan Pilkada

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 16 Juni 2014, 04:36 WIB
Harus Dibedakan Mana Debat Capres dan Pilkada
Hatta Taliwang/net
rmol news logo . Karena acarannya debat capres, bukan debat pilkada, maka seharusnya cakupan perdebatan menjangkau aspek makro ekonomi, bukan berkutat masalah-masalah teknis (mikro). Seorang capres mestinya mampu bicara
masalah ekonomi secara komprehensif. Cakupannya adalah daerah, nasional, regional dan global.

"Itulah perbedaan pilpres dan pilkada," kata mantan Anggota DPR, Muhammad Hatta Taliwang kepada redaksi, Senin (16/6).

Capres juga harus mampu bicara misalnya Asean Free Trade Area (AFTA), sistem ekonomi nasional, strategi hadapi modal asing, masalah  ekspor-impor, daya saing bangsa, masalah utang negara, dukungan iptek untuk membangkitkan ekonomi dan lain sebagainya.

"Dari perdebatan tampak mana capres yang memiliki pemahaman makro dan mikro, dan mana yang cuma memiliki pemahaman mikro saja," ujar Koordinator Gerakan Diskusi 77/78 ini.

Jelas Hatta, karena yang dicari adalah presiden dan bukan cari bupati atau gubernur, maka ukuran-ukuran pemahaman seperti yang disebutkan diatas bisa jadi pertimbangan dalam memilih.

"Indonesia sekarang butuh gagasan besar, karena dengan gagasan besar itulah Bung Karno dkk memerdekakan Indonesia. Indonesia sedang terpuruk, karena itu Indonesia butuh pemimpin dengan ide besar dengan tingkat kemampuan mengimplementasikan yang mumpuni," demikian Hatta Taliwang. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA