Penguatan ini didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah sentimen yang meredakan kekhawatiran atas inflasi tinggi dan kebijakan suku bunga ketat yang berkepanjangan.
Di pasar spot, emas melonjak tajam 2,8 persen ke posisi 4.685,23 per ons, pada penutupan perdagangan Rabu 6 Mei 2026, menandai level tertinggi sejak akhir April lalu.
Senada dengan pasar spot, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak Juni juga ditutup melambung 2,8 persen ke level 4.694,30 Dolar AS per ons.
Selain faktor geopolitik, penguatan logam mulia ini turut mendapat sokongan dari pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,4 persen. Penurunan nilai tukar greenback membuat emas menjadi lebih murah dan menarik bagi para investor yang memegang mata uang selain Dolar.
Peter Grant, Vice President Zaner Metals, menjelaskan bahwa prospek kesepakatan final antara Washington dan Teheran memberikan napas lega bagi pasar. Kejatuhan harga minyak global—di mana Brent mendekati 100 Dolar AS per barel akibat isu perdamaian ini—secara langsung menurunkan ekspektasi inflasi yang selama ini membayangi ekonomi dunia.
Kondisi ini mengubah proyeksi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Saat kekhawatiran inflasi mereda, tekanan bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi mulai berkurang. Hal ini menjadi katalis positif bagi emas, mengingat aset safe haven ini biasanya tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil (yield).
Tren positif ini tidak hanya dinikmati oleh emas. Logam mulia lainnya mencatatkan reli yang jauh lebih agresif pada hari yang sama. Harga perak spot melesat tajam 6 persen ke posisi 77,16 Dolar AS per ons, disusul oleh platinum yang melompat 4,7 persen menjadi 2.044,00 Dolar AS serta paladium yang menguat 3,3 persen ke level 1.535,00 per ons Dolar AS.
BERITA TERKAIT: