Pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara konsisten berhasil melahirkan aktivitas ekonomi kreatif melalui wisata river tubing. Sungai yang bersih tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga menjadi aset ekonomi yang menghidupi warga sekitar.
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X (Kanjeng Gusti), saat meninjau kawasan New Rivermoon baru-baru ini, menegaskan bahwa ekosistem di DAS Pusur menjadi contoh nyata bagaimana keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, setiap upaya menjaga alam pada akhirnya akan kembali memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia.
“Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting, dan di sini kita dapat melihat bagaimana konservasi air dan lingkungan dijalankan berdampingan dengan aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menambahkan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap tindakan manusia terhadap alam, kata dia, mencerminkan cara manusia hidup berdampingan dengan lingkungan sekitarnya.
“Adem itu dimulai dari dalam, melalui refleksi untuk melihat kekurangan dan kelebihan diri kita. Dari sanalah muncul keselarasan antara hati dan pikiran, sebuah bentuk mindfulness agar kita lebih jernih dalam mengambil langkah dan keputusan bagi lingkungan,” tambahnya.
Model ekonomi kreatif yang berkembang di DAS Pusur dibangun melalui kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan sektor swasta seperti Aqua. Bagi warga sekitar, menjaga kebersihan sungai bukan hanya bagian dari pelestarian lingkungan, tetapi juga investasi ekonomi. Semakin terjaga kondisi sungai, semakin besar daya tarik wisata yang tercipta.
Sekretaris Pusur Institute sekaligus perwakilan penggiat lingkungan muda DAS Pusur, Lintang Eka Prakusya, mengatakan bahwa keberlanjutan ekonomi wisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan sungai.
“Kalau sungainya bersih, orang mau datang, kegiatan bisa berjalan, dan masyarakat banyak juga akan merasakan manfaatnya. Menjaga sungai bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keberlangsungan hidup kami,” ujar Lintang.
Dari sisi industri, keterlibatan sektor swasta juga menjadi bentuk investasi jangka panjang. Dukungan Aqua melalui program pendampingan berkelanjutan dinilai mampu menjadi katalisator tumbuhnya berbagai unit ekonomi lokal di sekitar kawasan DAS Pusur.
Senior Manager Public Affairs & Sustainability Aqua, Jeffri Ricardo, menjelaskan bahwa ekosistem sungai yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sumber air tanah. Dengan mendukung komunitas lokal menjaga kelestarian sungai, perusahaan tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial, tetapi juga memastikan keberlanjutan kualitas sumber air yang digunakan.
Transformasi sungai dari sekadar saluran air menjadi destinasi wisata river tubing turut menciptakan efek ekonomi berantai. Peluang kerja terbuka bagi penggiat lingkungan muda, pengelola wisata, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan.
Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada konservasi lingkungan?"mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan bantaran sungai?"dapat menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa keselarasan antara hati, pikiran, dan tindakan dalam menjaga alam akan melahirkan harmoni bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat.
BERITA TERKAIT: