Menurut dia, sejak awal Demokrat menyadari bahwa perolehan suaranya di Pileg 9 April tidak mencukupi untuk mencalonkan presiden sendirian.
Maka itu melihat perkembangan yang ada, lanjut Edhie, Demokrat mengadakan Rapat Pimpinan. Tujuannya, konsolidasi ke dalam. Dan kedua, menentukan sikap politik.
"Sikapnya netral, bukan berarti golput ya. Tapi beri kesempatan kepada dua pasangan calon memaparkan visi misi," tegasnya, saat berbincang dengan wartawan di kawasan Jakarta Pusat beberapa saat lalu (Jumat, 6/6).
Posisi netral Demokrat yang disampaikan oleh ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono, berarti memberi kesempatan pada dua calon di Pilres melakukan pendekatan.
Tapi hanya pasangan Prabowo-Hatta yang menggunakannya di depan rapat pimpinan di depan semua DPD Partai Demokrat.
"Saya nilai visi misi Prabowo boleh juga. Dan Ketua Harian (Syarif Hasan) katakan visi misinya segaris dengan partai," terang dia.
"Prabowo bilang akan lanjutkan yang sudah baik. Saya lihat program SBY baik semua, ya baguslah kalau begitu cocok," tambah mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini.
Dia tegaskan, tidak ada pembicaraan bagi-bagi kekuasaan dengan Prabowo-Hatta dengan Demokrat.
Edhie sendiri mengakui, dirinya akan membantu Prabowo-Hatta dari "luar" struktur tim sukses.
"Saya lebih baik bantu di luar. Tapi kalau pendukung saya mau bantu Prabowo, saya persilakan mereka ke sana," ujarnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: