Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi mengatakan, belum keluarnya nama cawapres pendamping Jokowi karena terjadi kebekuan dalam proses pencarian.
Semestinya, kata dia, PDIP dan Jokowi harus mengambil langkah berani untuk memecah kebekuan ini dengan mengambil cawapres yang memang kompeten.
"Jokowi harus berani pecahkan kebekuan ini," kata Kristiadi, Minggu (18/5).
Meski baru tebak-tebakan, kemarin Jokowi mengatakan dua inisial cawapresnya tanpa menyebutkan nama lengkap dari masing-masing inisial tersebut, yaitu inisial "J" dan "A".
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: