Demikian disampaikan peneliti senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (5/5).
Dalam simulasi penelitian FFH keterpilihan tertinggi Aburizal Bakrie di Pilpres 2014 apabila dipasangkan dengan Mahfud MD. Joko Widodo dengan Dahlan Iskan. Prabowo Subianto dengan MahfudMD. Dan Pramono Edhie Wibowo dengan M Jusuf Kalla.
"Dahlan, Mahfud dan JK sangat tinggi jika disimulasikan dengan keempat capres yakni ARB, Jokowi, Prabowo dan Pramono
Edhie. Ketiganya juga saling mengalahkan jika dipasangkan dengan keempat capres tersebut jika disimulasikan," kata Dian.
Berikut simulasinya; ARB-Dahlan Iskan (16.78 persen), ARB-Hatta Rajasa (12.29 persen), ARB-Hidayat Nur Wahid (14.58 persen), ARB-Mahfud MD (18.44 persen) dan ARB-Suryadharma Alie (10.27 persen).
Jokowi-Dahlan Iskan (41.83 persen), Jokowi-Hatta Rajasa (35.04 persen), Jokowi-Hidayat Nur Wahid (37.43 persen), Jokowi-Mahfud MD (40.55 persen), Jokowi-JK (40.73 persen), Jokowi-Pramono Edhie Wibowo (31.92 persen), Jokowi-Ryamizard Ryacudu (30.09 persen), dan Jokowi-Suryadharma Alie (31.83 persen).
"Jokowi harus pintar dan benar memilih wakilnya. Kemungkinan kalah masih bisa terbuka, apabila salah memilih wakilnya dan sedangkan lawannya tepat dan benar memilih wakilnya. Atau sebaliknya. Ini yang harus diperhatikan setiap capres," terang Dian.
Selanjutnya, Prabowo Subianto-Dahlan Iskan (29.81 persen). Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (23.11 persen). Prabowo Subianto-Hidayat Nur Wahid (25.68 persen), Prabowo Subianto-Mahfud MD (30.18 persen), Prabowo Subianto-JK (28.07 persen), Prabowo Subianto-Pramono Edhie Wibowo (21.00 persen), Prabowo Subianto-Suryadharma Alie (18.99 persen).
Simulasi terakhir, Pramono Edhie Wibowo-Hatta Rajasa (7.52 persen), Pramono Edhie Wibowo-Hidayat Nur Wahid (6.97 persen), Pramono Edhie Wibowo-Mahfud MD (13.11 persen), Pramono Edhie Wibowo-JK (14.77 persen) dan Pramono Edhie Wibowo-Suryadharma Alie (8.16 persen).
"Jika dilihat dari angka-angka tersebut, jika terjadi tiga pasangan, maka kemungkinan besar terjadi dua putaran. Karena tidak ada satupun pasangan yang memperoleh angka elektabilitas 50 persen lebih seperti amanah Pasal 159 UU 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden," tandas Dian.
Survei FFH dilaksanakan 11 April hingga 14 Mei 204 di 34 provinsi. Jumlah sampel 1.090 orang dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Margin of error ± 3 persen. Dan Pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner, dengan responden adalah yang sudah memiliki hak pilih pada Pilpres.
[rus]
BERITA TERKAIT: