Hari Jadi Israel, Wasekjen PBHMI Serukan Pemuda Waspadai Agen Zionis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 05 Mei 2014, 20:53 WIB
Hari Jadi Israel, Wasekjen PBHMI Serukan Pemuda Waspadai Agen Zionis
rmol news logo Tanggal 14 Mei merupakan peringatan hari jadi Israel. Pada momen-momen sebelumnya untuk wilayah Asia Tenggara, Israel selalu merayakan hari jadinya di Singapura. Biasanya Israel melalui agen-agen zionisnya di Asia Tenggara mengajak beberapa kalangan Islam di Indonesia untuk turut hadir pada acara tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Rahim Key, pemuda-pemuda di Indonesia khususnya pemuda Islam harus mewaspadai gerakan agen-agen zionis di Indonesia, bahkan harus mencurigai apa maksud dari gerakan mereka.

"Alasan utama kita harus mencurigai ajakan agen-agen zionis karena tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia-Israel, terlebih lagi Indonesia sebagai negara berdaulat tidak mengakui keberadaan Israel sebagai negara yg telah berdiri di atas bumi," tegas Rahim kepada wartawan (Senin, 5/5).

Rahim menceritakan, pada hari ulang tahunnya yang ke 25, tanggal 15 April lalu, ada beberapa orang yang tidak dikenal mengajaknya untuk hadir pada peringatan hari jadi Israel pada pertengahan Mei di Singapura. Rahim dengan tegas menolak. Ketika ditanya soal peluang Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik Indonesia-Israel, Rahim menjawab sama sekali tidak ada manfaat bagi Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

"Justru banyak merugikan Indonesia dalam banyak hal", imbuh kader HMI yang telah menyelesaikan advance training LK III HMI Tahun 2011 lalu.

Dalam bidang politik, peran Indonesia sebagai negara mayoritas Islam yang diperhitungkan posisinya dalam kancah politik dunia internasional akan hilang. Rahim menambahkan Indonesia harus berkaca dari negara berkembang lainnya yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, misalkan Mesir. Tanggal 13 Maret 2012 parlemen Mesir memutuskan untuk membuka hubungan diplomatik terhadap Israel. Mesir malah mendapatkan hasil panen yang menurun tajam. Hal ini disebabkan Israel mengekspor pupuk palsu dengan jumlah yang besar ke Mesir.

"Oleh sebab itu juga pemuda-pemuda Indonesia khususnya pemuda Islam harus waspada dengan operasi intelijen zionis. Karena bukan hanya tidak adanya pengakuan Indonesia kepada Israel, namun juga akan menimbulkan issue aqidah yang tidak baik," pungkas Rahim.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA