Luhut Panjaitan Hanya Bawa Gerbong Kosong

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 19 April 2014, 19:15 WIB
Luhut Panjaitan Hanya Bawa Gerbong Kosong
luhut panjaitan/net
rmol news logo Nama-nama baru terus bermunculan sebagai figur yang layak menjadi calon wakil presiden Joko Widodo. Teranyar Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan juga mulai ramai diwacanakan sebagai kandidat pendamping capres PDI Perjuangan tersebut.

Namun begitu, pengamat politik dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai bahwa mendampingkan wakil ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu sebagai cawapres Jokowi tidak menguntungkan bagi kemenangan Jokowi.

Alasannya, partai Luhut saat ini telah mengusung capres sendiri yaitu Aburizal Bakrie (ARB). Artinya, Golkar akan bekerja untuk kemenangan ARB. Sehingga, Luhut hanya akan datang ke Jokowi dengan gerbong kosong.

"Kecuali semua Golkar mendukung Luhut mendampingi Jokowi dan bekerja demi kemenangan pasangan Jokowi-Luhut," ujar Boni kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 19/4).

Boni berpendapat, jika ingin menggandeng cawapres dari kalangan militer, Jokowi lebih baik memilih Jenderal TNI Moeldoko ketimbang Luhut. Muldoko, lanjutnya, memiliki basis massa yang jelas. Setidaknya, suara mantan KASAD itu masih didengar oleh para tentara ketimbang Luhut.

Bila ngin mencari pendamping dari kalangan non-militer, Boni menyarankan Jokowi melirik ekonom senior Rizal Ramli atau Ketua KPK Abraham Samad.

"Rizal Ramli lebih baik (daripada Luhut) karena dia ekonom dan lebih dibutuhkan Jokowi," tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA