Namun begitu, pengamat politik dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai bahwa mendampingkan wakil ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu sebagai cawapres Jokowi tidak menguntungkan bagi kemenangan Jokowi.
Alasannya, partai Luhut saat ini telah mengusung capres sendiri yaitu Aburizal Bakrie (ARB). Artinya, Golkar akan bekerja untuk kemenangan ARB. Sehingga, Luhut hanya akan datang ke Jokowi dengan gerbong kosong.
"Kecuali semua Golkar mendukung Luhut mendampingi Jokowi dan bekerja demi kemenangan pasangan Jokowi-Luhut," ujar Boni kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 19/4).
Boni berpendapat, jika ingin menggandeng cawapres dari kalangan militer, Jokowi lebih baik memilih Jenderal TNI Moeldoko ketimbang Luhut. Muldoko, lanjutnya, memiliki basis massa yang jelas. Setidaknya, suara mantan KASAD itu masih didengar oleh para tentara ketimbang Luhut.
Bila ngin mencari pendamping dari kalangan non-militer, Boni menyarankan Jokowi melirik ekonom senior Rizal Ramli atau Ketua KPK Abraham Samad.
"Rizal Ramli lebih baik (daripada Luhut) karena dia ekonom dan lebih dibutuhkan Jokowi," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: