Demikian dikatakan Ketua Umum DKN Garda Bangsa M. Hanif Dhakiri saat dihubungi wartawan di Jakarta (Selasa, 15/4). Menurut Hanif, ada fenomena di luar yang mendorong-dorong PKB agar salah langkah mengambil posisi politik. Mereka mendorong-dorong kader PKB seperti Rhoma Irama dan Mahfud MD untuk menggalang koalisi alternatif yang tidak realistis. Hanif mencontohkan koalisi partai Islam yang menurutnya sulit diwujudkan.
"Walaupun kita terus komunikasi dengan partai-partai Islam, rasanya sulit untuk bikin koalisi parpol Islam. Faktornya banyak, dan yang paling utama karena sesungguhnya mimpi politik parpol Islam itu beda-beda," terang Ketua DPP PKB ini.
Oleh karena itu, Hanif meminta kader-kader PKB untuk lebih disiplin dalam berpolitik agar DPP PKB lebih mudah menyikapi perkembangan yang ada.
"Sudahlah, nggak usah aneh-aneh. Jangan main sendiri-sendiri. Semua kader harus disiplin. Tunggu perintah DPP PKB aja agar semuanya enak. Toh semua proses itu bukan ditujukan untuk kepentingan orang per orang, melainkan untuk kepentingan PKB, NU dan bangsa Indonesia," tambahnya.
Dalam pandangan Hanif, disiplin politik dan kebersamaan saat ini sangat penting agar PKB bisa bermain cantik. Sekretaris FPKB DPR RI ini juga percaya bahwa Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar akan mengambil langkah-langkah terbaik untuk kebaikan PKB, NU dan bangsa Indonesia.
"Cak Imin sudah berhasil menancapkan tonggak kebangkitan politik NU di pileg kemarin. Dia pasti akan melakukan hal yang sama untuk pilpres mendatang. Cak Imin sudah teruji dan terbukti," kata Hanif mengakhiri percakapan.
[dem]
BERITA TERKAIT: