Partai Islam Harus Berkoalisi Usung Capres Sendiri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 13 April 2014, 15:23 WIB
Partai Islam Harus Berkoalisi Usung Capres Sendiri
Ilustrasi: net
rmol news logo Pemilihan legislatif (Pileg) 2014 telah usai. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei juga sudah dirilis. Kini jelang putaran pilpres, para pimpinan partai yang sudah mendeklarasikan capres gencar melakukan lobi-lobi politik untuk mendapatkan pendamping yang cocok.

Setidaknya kontestan capres telah mengerucut pada tiga orang, Prabowo Subianto dari Gerindra, Jokowi dari PDIP, dan Aburizal Bakrie dari Golkar. Sementara partai-partai yang berbasis massa Islam memiliki posisi strategis untuk mengisi kebutuhan cawapres Dari ketiga calon tersebut.

Namun aktivis mahasiswa Muhammadiyah Dedi Irawan berharap partai Islam bisa bersatu dan mengusung pasangan capres-cawapres sendiri di pilpres. Tujuannya, agar lebih banyak alternatif yang bisa ditawarkan untuk masyarakat.

Demi mewujudkan hal itu, partai Islam harus meredam ego masing-masing dan menggandeng partai menengah untuk memperkuat koalisi.

"PKB, PKS, PAN, dan PPP perlu menggandeng partai lain seperti Demokrat atau Hanura untuk duduk bersama mengusung pasangan capres. Jangan tenggelam dengan manuver Jokowi," kata mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 13/4).

Hal terpenting dalam pilpres nanti partai Islam bisa muncul di permukaan. Jangan sampai, lanjut Dedi, hasil hitung cepat lembaga survei dan manuver Jokowi merusak konsentrasi dan mental para pemimpin partai.

"Segera bergegas dan bergerak, jangan hanya menunggu dipinang seperti anak gadis di desa yang menunggu jodoh," tambah mahasiswa pasca sarjana UI tersebut.

"Harus segera punya inisiatif, agar pertarungan pilpres lebih memberikan opsi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mendapat harapan lebih besar untuk perubahan Indonesia," tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA