"Ini tetap akan menjadi Boston Marathon seperti yang lalu. Tujuan kami adalah untuk menikmati semua lomba," kata Walikota Boston, Martin Walsh, saat konferensi pers di depan balai kota pada Sabtu (12/4).
Walsh menambahkan, pemerintah kota juga telah menyiapkan langkah-langkah keamanan yang luas untuk mencegah dan menanggapi keadaan darurat. Ia menekankan bahwa peningkatan keamanan yang dilakukan bukan hanya di garis finish saja, tapi juga di sepanjang jalur maraton.
"Lebih dari 100 kamera telah dipasang di lebih dari 50 titik pengamatan di sepanjang area maraton di Boston," lanjut Walsh seperti dilansir dari
Reuters (Minggu, 13/4).
Peristiwa bom Boston terjadi pada 15 April 2013 itu telah menewaskan tiga orang dan melukai 264 lainnya. Pelakunya merupakan kakak beradik asal Chechnya, Dzhokhar dan Tamerlan Tsarnaev, yang menanam bom di garis finish.
[ian]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: