Nasdem Promosikan Cawapres Pedagang KKN Sebagai Syarat Koalisi dengan PDIP?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 10 April 2014, 20:26 WIB
Nasdem Promosikan Cawapres Pedagang KKN Sebagai Syarat Koalisi dengan PDIP?
ilustrasi/net
rmol news logo Pertarungan merebut kursi wakil presiden semakin gencar dilakukan oleh partai politik. Siang tadi, petinggi DPP PDI Perjuangan menemui petinggi Partai Nasdem di kantornya di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Rombongan PDIP diwakili Sekjen Tjahjo Kumolo dan Wasekjen Hasto Kristiyanto. Sementara Nasdem dipimpin langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh.

Pertemuan petinggi kedua partai berlangsung tertutup. Ada indikasi pertemuan membahas cawapres. Sebagai syarat koalisi, Partai Nasdem mengajukan satu nama untuk mengisi RI-2.

Bukan Surya Paloh yang didorong Partai Nasdem. Kepada beberapa elit, bos Media Group itu memang sudah mengaku tidak akan maju sebagai capres maupun cawapres, dan lebih memilih menjadi king maker.

Sebagai syarat koalisi, Partai Nasdem mengajukan satu nama yang selama ini dikenal luas sebagai pedagang. Selain pernah memimpin partai besar, orang tersebut pernah memperkuat pemerintahan dengan mengisi posisi menteri, dan posisi strategis lainnya.

Figur yang diajukan Partai Nasdem ke PDIP itu pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Abdurrahman Wahid tetapi diberhentikan atas tuduhan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Dia kemudian diangkat menjadi salah satu menteri koordinator di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA