Direktur Polcomm Institute Heri Budianto mengatakan sosok Cak Ali cukup wajar menempati urutan kedua karena popularitasnya yang memang sedang menanjak karena proses politik yang dijalaninya.
"Selain itu, responden menganggap Ali Masykur adalah tokoh muda NU yang memiliki visi kebangsaan. Mampu menggabungkan tradisionalisme dan kemampuan teknokrasi untuk mengatasi masalah kenegaraan," ujar Heri kepada wartawan di Jakarta (Minggu, 23/2).
Menurut Heri, di tengah banyaknya tokoh-tokoh yang bermunculan, Cak Ali yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana NU itu layak menjadi salah satu capres alternatif yang diusung oleh partai Islam.
"Di tengah gemerlapnya para calon presiden yang direncanakan akan diusung partai Islam, ternyata publik masih menyisakan ruang untuk munculnya tokoh alternatif. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, tak terkecuali Ali Masykur Musa," terangnya.
Polcomm Institute melakukan survei ini untuk memotret persepsi publik tentang kemungkinan adanya Poros Tengah jilid II sekaligus mengukur siapa saja calon yang pantas untuk diusung. Survey dilakukan pada 15 Januari-15 Februari di 29 provinsi dengan wawancara langsung 1200 responden. Diperkirakan margin of error +/- 3,1% pada tingkat kepercayaan 96,9%.
[dem]
BERITA TERKAIT: