"Demokrat berada di ujung kehidupan politiknya," ujar pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Toto Sugiarto di Jakarta, Rabu (29/1).
Jelas Soegeng, berbagai survei memperlihatkan kehancuran partai penguasa tersebut. Dan elit partai sedang menyelamatkan diri masing-masing dengan mendukung tokoh yang dipercaya paling berpotensi untuk menang.
Dukungan elit partai besutan SBY ini terhadap peserta konvensi capres terbelah. Di kubu Pramono Edhie Wibowo nama-nama beken menghias tim sukses. Ada Edhi Baskoro Yudhoyono yang juga Sekjen Partai Demokrat dan keponakan Pramonodan Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
Sementara di kubu Gita Wirjawan ada Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga. Di kubu Dahlan Iskan ada Sekretaris Majelis Kehormatan Partai Demokrat TB Silalahi. Dan di kubu Anis Baswedan sinyal dukungan seringkali ditiupkan oleh Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan.
Berbeda dengan peserta konvensi yang lain, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal yang seringkali mengaku kere tidak mendapat satu pun dukungan dari elit-elit Partai Demokrat.
Sementara itu pengamat politik dari Universitas Trisakti Adilsyah Lubis mengatakan, Dino tidak mendapat dukungan dari elit-elit Partai Demokrat karena memang dipandang sebelah mata dan kere atau bokek, tidak punya kekuatan logistik seperti peserta konvensi lainnya.
Meski demikian, ia melihat bukan berarti Dino kehilangan kesempatan memenangkan pertarungan dalam konvensi, peluangnya tetap terbuka lebar mengalahkan peserta lainnya. Syaratnya, kata Adilsyah, proses jalannya konvensi itu dilangsungkan secara jujur, terutama survei yang digelar oleh panitia konvensi sebagai bahan atau pertimbangan untuk menetapkan capres dari Partai Demokrat 2014.
[rus]
BERITA TERKAIT: