Pernyataan tersebut disampaikan Akbar terkait penahanan juniornya di HMI, Anas Urbaningrum minggu lalu. Walau masih menjunjung tinggi praduga tak bersalah kepada Anas, Akbar meminta kasus Anas harus diresapi hikmahnya oleh semua kader HMI.
"Itu jadi pembelajaran bagi keluarga besar HMI dan agar kader HMI mereka jangan tergoda terbawa suasana yang bisa mendorong terjadinya tindak pidana korupsi," ujar Akbar kepada wartawan saat ditemui di Auditrorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/1)
Kepada kader HMI, Akbar mengingatkan bahwa tindak pidana korupsi yang dilakukan kader tidak hanya berimbas buruk terhadap kader tersebut. Namun juga berakibat buruk terhadap HMI secara organisasi. Apalagi, lanjut Akbar, HMI adalah organisasi mahasiswa yang punya cita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.
"Untuk itu, kita diharapkan memberi contoh keteladanan yang bisa juga memberikan satu dorongan bagi yang muda-muda untuk melanjutkan tugas-tugas dan kepemimpinan dalam rangka melanjutkan tugas-tugas untuk tujuan HMI ikut serta dalam tujuan nasional," kata Akbar.
Walau begitu, Akbar mengaku tetap akan menjenguk Anas di rutan KPK dalam waktu dekat ini. "lagi cari waktu yang cocok, tentu untuk berikan nasehat-nasehat," demikian Akbar.
[ian]
BERITA TERKAIT: