Ketua DPP Hanura, Erik Satrya Wardhana, mengaku sudah mencermati berbagai hasil survei dari beberapa lembaga riset yang memprediksi partainya tidak akan tembus parliamentary threshold.
Menurutnya, hasil survei yang beredar itu tidak perlu dikecam karena salah satu buah demokrasi. Tetapi berbagai survei itu tidak bisa mementahkan fakta bahwa survei internal Hanura, dan bahkan survei internal beberapa partai lain yang diketahuinya, menempatkan Hanura sebagai partai yang lolos masuk parlemen dengan perolehan suara tidak kecil.
Menurut dia, sebelum gencar merilis iklan-iklan politik di media televisi, Hanura sudah diprediksi menembus ambang batas parlemen 3,5 persen.
"Sebelum gencar beriklan, yaitu sebelum September, keterpilihan kami sudah di atas 3.5 persen. Setelah September, kami yakin prediksi perolehan suara kami meningkat berkali-kali lipat," terangnya kepada
Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Senin, 30/12).
Dia tak menyangkal bahwa kekuatan media massa yang dimiliki cawapres Hanura, Hary Tanoesudibjo, memperkuat elektabilitas dan popularitas partai.
"MNC Group milik Pak Hary itu kan disaksikan 40 persen publik di Indonesia. Kami punya media , dan deklarasi pasangan Wiranto-Hary Tanoe semakin menguatkan kami," ucapnya.
Target Hanura dengan kekuatan yang ada saat ini, tambah Erik, adalah menembus 20 persen perolehan legislatif. Sehingga, Hanura bisa mencalonkan pasangan capres-cawapres sendiri.
"Kami belum pikirkan koalisi dengan parpol lain. Saat ini koalisi kami hanya dengan rakyat," tegasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: