"Saya punya beban sejarah. Waktu saya mahasiswa, saya menulis buku kecil berisi kritik terhadap diktator korupsi orde baru," kata Rizal ketika ditemui Rakyat Merdeka Online seusai konferensi pers Konvensi Rakyat yang digelar di Jakarta pada Kamis (19/12).
Tokoh perubahan tersebut menerangkan bahwa dirinya gencar melayangkan kritik ketika rezim orde baru demi mewujudkan Indonesia menjadi negara demokratis.
"Tapi ternyata begitu Indonesia jadi negara demokratis, justru dibajak demokratisnya," jelasnya sambil menyebut bahwa pembajakan tersebut telah menimbulkan demokrasi uang di masyarakat.
Demokrasi uang yang dimaksud Rizal adalah proses demokrasi yang digerakkan oleh uang.
"Bayangkan kalau Soekarno dan Hatta ikut pemilu presiden saat ini, tidak akan menang karena tidak punya modal untuk pasang iklan," kata Rizal memberi perumpamaan.
Karena itulah, Ia tergerak untuk mengembalikan konsep demokrasi di masyarakat pada jalur sebenarnya dengan cara berperan aktif dalam pesta demokrasi 2014 mendatang dengan mengikuti Konvensi Rakyat.
"Ini kita harus kembalikan idealisme,
passion, dan karakter bangsa," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: