Rizal Ramli menyebut bahwa dirinya merasa miris dengan keadaan masyarakat Indonesia.
"Kok bisa bangsa kaya tapi rakyatnya gembel," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Oasis Amir Jakarta.
Dalam acara tersebut, selain Rizal Ramli turut hadir pula kandidat capres lainnya, yakni penulis Anni Iwasaki, aktivis senior Tony Ardie, pengusaha Ricky Sutanto, mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, Sofjan Saury Siregar, dan Bupati Kutai Timur Isran Noor yang hadir belakangan.
Rizal menuturkan keyakinannya bahwa para kandidat yang telah ditetapkan oleh komite konvensi tersebut merupakan sosok yang memiliki kompetensi untuk membawa perubahan bagi bangsa.
"Masing-masing kita (kandidat capres) memiliki visi dan karakter yang berbeda serta kompetensi yang bermacam-macam. Cuma rakyat aja belum kenal," katanya.
Menko Perekonomian era Gus Dur mengaku bahwa keterkenalan atau popularitas para kandidat capres Konvensi Rakyat belum sepopuler tokoh-tokoh politik yang ada, namun ia menyebut bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak lebih penting dari pada kompetensi yang dimiliki para kandidat.
"Popularitas itu barang yang paling mudah direkayasa. Sedangkan visi, karakter, dan kompetensi tidak bisa direkayasa," terang capres paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini.
Lebih lanjut Rizal juga memaparkan, optimismenya atas penjaringan capres melalui Konvensi Rakyat yang diinisiasi oleh pemimpin Pondok Pesantren Tebu Ireng, Gus Sholah tersebut.
"Rakyat kita dalam berpolitik itu memorinya pendek. Siapa yang muncul duluan itu biasanya hilang di tengah jalan," paparnya sambil menyampaikan keprihatinan terkait belum kritisnya masyarakat Indonesia dalam mengkaitkan kondisinya saat ini dengan kepemimpinan bangsa yang ada.
[rus]
BERITA TERKAIT: