"Korupsi yang terjadi dalam hal pengelolaan, termasuk pengrusakan lingkungan membuat rakyat makin menderita. Ironisnya, sumber daya alam berlimpah justru gagal membuat rakyat sejahtera," ujar Koordinator Gita Indonesia, Reza Fahlevi melalui keterangan pers (Kamis, 12/12).
Komunitas aktivis pendukung peserta konvensi Partai Demokrat Gita Wirjawan ini menganggap, advokasi terhadap pengelolaan sumber daya alam adalah kepentingan nasional yang mesti diutamakan.
Menurut Fahlevi, perjuangan pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan adalah perjuangan reforma agraria. Pasalnya, monopoli tanah skala besar oleh korporasi menimbulkan konflik yang hari ini semakin masif dan merampas sumber-sumber penghidupan masyarakat.
Di Kalimantan bagian tengah, 80 persen lebih dari 15 juta hektare lahan sudah dikuasai investor. Artinya, akses rakyat terhadap sumber daya alam sudah sangat terbatas. Distribusi atas hasil alam juga tidak untuk rakyat tetapi untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia.
Karena itu, Gita Indonesia tentunya bersama Gita Wirjawan akan mengadvokasi masalah-masalah pada tingkat lokal yang merupakan cerminan masalah pada tingkat nasional. Di mana, salah satunya soal pengelolaan sumber daya alam di daerah.
"Kita butuh pemimpin yang berani untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik," tegas Fahlevi.
[dem]
BERITA TERKAIT: