Tingkat elektabilitas PDI Perjuangan di kalangan pemuda mencapai 18,8 Persen, sementara Golkar 12,9 persen. Sedangkan partai yang lain semuanya di bawah 10 persen.
Di saat yang sama, sebagaimana hasil survei Indobarometer yang digelar pada 12-23 November 2013 di 33 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 1.200 orang responden barusia 17-30 tahun itu, juga menunjukkan bahwa Jokowi sangat digandrungi pemilih pemuda sebagai capres pilihan. Tingkat elektabitilas Jokowi di kalangan pemuda mencapai 25,8 persen, sementara tokoh lainnya di bawah 10 persen.
PDI Perjuangan pun mensyukuri hasil survei ini, meski belum bisa memastikan deklarasi pencapresan Jokowi.
"Kita bersyukur itu sejalan dengan survei internal. Yang paling penting figur menjadi alasan utama untuk memilih dan dipilih," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, di Restoran Larazeta, Jl Tebet Barat Dalam Raya no 17, Tebet, Jakarta Selatan (Rabu, 11/12).
Meski pencapresan Jokowi belum bisa dipastikan, namun Maruarar yakin Megawati Soekarnoputri akan mengambil langkah berdasarkan dinamika politik yang berkembang, termasuk hasil survei ini.
"Semua tergantung Ibu Mega. Ibu Mega melihat apa yang menjadi perkembangan yang merupakan harapan publik, semua tergantung Ibu Mega," kata Ara, panggilan akrab Maruarar.
Ara menegaskan bahwa selama ini PDI Perjuangan selalu memperhatikan aspirasi publik. Contohnya, PDI Perjuangan menolak kenaikan harga BBM karena kuatnya aspirasi publik.
"Kalau diabaikan dapat menjadi respons negatif, pertimbangan itu yang diambil dalam kebijakan PDIP," katanya.
Lalu kapan pencapresan Jokowi dideklarasikan? "Kita menyerahkan kepada Ibu Mega, semua tergantung Ibu Mega," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: