"Pelaksanaan demokrasi di Indonesia masih sebatas prosedural, belum menyentuh substansi. Padahal, era demokrasi telah berjalan hampir 13 tahun lamanya," ujar Ketua DPD RI, Irman Gusman dalam dialog kebangsaan bertajuk "Dari Kampus untuk Negeri: Mencari Pemimpin Bangsa" di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Provinsi Lampung, kemarin (Sabtu, 7/12).
Menurutnya, fakta pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang belum optimal, terlihat saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), dimana tingkat partisipasi pemilih rata-rata hanya sekitar 50 persen.
"Pelaksanaan pilkada yang berjalan selama ini, pemenangnya bukan partai tapi golput (golongan putih). Angka golput bahkan ada yang mencapai 50% dari total jumlah pemilih. Ini menunjukkan kepercayaan dan kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi masih rendah," ujarnya.
Untuk itu, lanjut Irman dalam keterangannya, kalangan akademisi terutama mahasiswa harus antusias menyambut Pemilu 2014, termasuk mengambil peranan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk ikut menentukan pemimpin bangsa Indonesia ke depan.
"Mahasiswa harus berpartisipasi agar masyarakat dapat memilih pemimpin secara tepat, tidak memilih kucing dalam karung. Bagaimana kita bisa membangun kesadaran bahwa memilih itu merupakan kewajiban, bukan hak semata," jelas Irman.
Mahasiswa dapat berkontribusi dalam perbaikan kualitas demokrasi, sehingga diharapkan golput tidak jadi pemenang dalam Pemilu 2014.
[rus]
BERITA TERKAIT: