"Tidak ada kata-kata dari saya, yang isinya menggunakan atau memanfaatkan," kata Nurul terkait dengan sementara pemberitaan yang menyebutkan bahwa JK memanfaatkan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Bahkan, ungkap Nurul, ia mengapresiasi dengan beragam aktivitas JK di dunia kemanusian, baik di PMI ataupun DMI. Sebab ketokohan JK telah membuat lembaga-lembaga tersebut menjadi semakin dikenal.
"Itu artinya, Pak JK telah mampu menjadi entitas politik tersendiri di luar Partai Golkar. Inilah kepiawaian beliau yang patut ditauladani. Hasil kerja keras yang tidak semua orang bisa melakukanya," ujarnya Sabtu (16/11).
Nurul juga mengatakan bahwa Golkar tidak khawatir dengan langkah-langkah politik yang dilakukan JK. Selebihnya, ia merasa bangga, kader-kader Golkar bisa mewarnai kancah perpolitikan di tanah air.
"Kami tidak tidak takut langkah-langkah beliau akan menggembosi partai, sebab hati Pak JK tetaplah kuning. Apalagi Pak JK tidak pernah menggunakan orang-orang di dalam partai Golkar untuk kepentingan politiknya,†ujarnya.
Nurul menilai, perbedaan persepsi bisa-bisa saja terjadi. Sebab tidak sama antara membaca, melihat dan mendengarkan ucapannya.
"Yang jelas ketika membaca tidak mungkin melihat ekspresi dari yang memberikan pernyataan," ucapnya.
"Namun demikian saya mohon maaf seandainya apa yang saya ungkapkan menyinggung Perasaan Pak JK. Karena sesungguhnya saya sangat menghormati dan menjunjung tinggi marwah Pak JK," demikian Nurul.
[wid]
BERITA TERKAIT: