Begitu ditegaskan oleh anggota Komite Konvensi Rakyat Capres RI Pendeta Natan Setiabudi saat meluncurkan konvensi tersebut di Gedung Joang '45, Jl. Menteng Raya no. 31 Jakarta, Minggu (10/11).
"Election kalau tidak didahului dengan selection itu tidak bermutu," ujar Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) periode 2000-2005 itu.
Menurutnya, selektabilitas ini sangat penting dalam konvensi untuk menjaring calon yang kompeten. Maka dari itu, proses seleksi akan terus dilakukan dalam konvensi ini mulai dari awal hingga akhir.
"Elektabilitas itu diujung, selektabilitas itu di awal," tambah dia.
Konvensi rakyat ini terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Peserta bisa mengajukan dirinya sendiri atau diajukan oleh partai politik atau komunitas atau organisasi kemasyarakata. Namun begitu, peserta diwajibkan mengikuti tahapan konvensi yang terdiri atas seleksi administrastif dan debat publik.
Dari banyaknya pendaftar itu, komite akan menyaring hingga terseleksi menjadi enam orang. Enam kandidat ini kemudian akan menjalani debat kandidat di enam kota. Kemudian, peserta Konvensi Rakyat yang ada di peringkat teratas akan diumumkan dan dinegosiasikan kepada partai politik untuk dapat dukungan suara sesuai persyaratan perolehan suara.
[rus]
BERITA TERKAIT: