"Saya mendesak agar pemerintahan SBY meminta keterangan kepada otoritas setempat mengenai praktek sweeping barang TKI di Tarhil yang disita, hilang dan tanpa ada pemberitahuan serta tidak ada resi," ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (8/11).
Rieke menyayangkan di hari kelima paska berakhirnya masa amnesti, pelayanan dan perlindungan untuk TKIO tidak maksimal. Kondisi kesehatan para TKI di dalam Tarhil Sumaysi yang menunggu dideportasi ke Indonesia sudah menurun akibat tidak optimalnya pemberian konsumsi dan obat-obatan baik yang disediakan oleh KJRI/KBRI maupun pemerintah Arab Saudi.
"Konsumsi, obat-obatan dan jumlah tim medis untuk para TKIO di Tarhil harus ditambak," desak Rieke lagi.
Rieke menerima laporan ada 7.885 TKIO yang saat ini ada di Tarhil. Hal lain yang perlu dilakukan pemerintah, kata Rieke, memberikan akses dan membantu menyalurkan hasil sumbangan dari masyarakat berupa minuman, makanan, obat-obatan, pampers, pembalut perempuan yang sangat diperlukan bagi para TKIO. Sebab, hanya KBRI/KJRI yang mempunyai akses masuk ke sana.
"Segera pulangkan TKIO secara masal menggunakan armada laut. Pesawat akan besar biayanya dan TKI tidak dapat langsung dipulangkan karena semua penerbangan diprioritaskan bagi rombongan haji yang pulang ke negara masing-masing," pungkas Rieke yang juga Anggota Timwas TKI DPR RI.
[dem]
BERITA TERKAIT: