"Mayoritas responden memiliki harapan besar kepada kepemimpinan nasional hasil Pemilu 2014 dapat meningkatkan kualitas ketahanan nasional," ujar Koordinator LSMI Rachman A.Bayu menjelaskan hasil survei, Kamis (31/10).
Responden survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan jumlah sampel 2300 responden, dan margin of error sebesar + 2% pada tingkat kepercayaan 95%. Waktu wawancara lapangan pada 7-24 Oktober 2013.
Dalam rilis yang diterima redaksi, Rachman menjelaskan bahwa mayoritas responden memiliki harapan yang besar pula kepada partai politik yang akan memenangkan Pemilu 2014 agar dapat meningkatkan kualitas ketahanan nasional. Tingginya tingkat ekspektasi responden terhadap meningkatnya kualitas ketahanan nasional, kata Rachman, membawa gelombang tingginya tingkat elektabilitas calon presiden dari unsur militer ketimbang calon presdien dari unsur sipil.
Responden yang memutuskan memilih calon presiden tersebut, katanya, angka terbesar memutuskan Prabowo Subianto sebagai pilihan (41,6%), disusul Megawati Soekarnoputri (11,1%), Dahlan Iskan (9,3%), Hatta Radjasa (8,2%) dan Jokowi (7,5%). Sementara tokoh-tokoh lain seperti Aburizal Bakrie, Wiranto, Priyo Budi Santoso, JK dan Machfud MD berada di 5 besar berikutnya.
"Secara akumulatif dapat disimpulkan Prabowo menjadi capres yang dianggap layak dipilih terkait penilaian dan ekspektasi responden dalam penguatan ketahanan nasional," kata Rachman.
[dem]
BERITA TERKAIT: