"Tidak boleh lagi Kadin menjadi alat bagi para elitnya untuk memperoleh proyek-proyek pemerintah, sehingga menjadikan organisasi tidak berwibawa dan disegani," ujar Rizal Ramli dalam pidatonya sesaat setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kadin periode 2013-2018 pada Munas VII Kadin Indonesia di Jakarta hari ini (Rabu, 23/10).
Rizal Ramli mengatakan setelah pengurus lengkap terbentuk, Kadin akan mengundang menteri-menteri teknis guna melobi sekaligus menekan pemerintah agar menerbitkan berbagai kebijakan di bidang ekonomi. Lobi dan tekanan itu antara lain untuk menghapuskan sistem kuota impor yang hanya melahirkan kartel-kartel di bahan pangan, sehingga merugikan bangsa dan rakyat Indonesia.
Menurutnya, jika Kadin berhasil menekan pemerintah untuk menghapuskan sistem kuota maka rakyat Indonesia bisa memperoleh kedelai, gula, daging sapi dan lainnya dengan harga hingga 80% lebih murah. Saat ini rakyat harus membayar berbagai bahan pangan dengan harga lebih 100% lebih mahal dibandingkan harga internasional.
"Saya berharap penghapusan sistem kuota bisa memberi kesempatan teman-teman pengusaha daerah mengimpor kedelai, gula, gandum, daging sapi dan lainnya. Tentu saja, teman-teman juga harus membayar tarif bea masuk agar petani kita juga tetap terlindungi," bebernya.
[dem]
BERITA TERKAIT: