"Saya tidak akan memaki pemerintah SBY, saya hanya berusaha meyakinkan pemerintah SBY bahwa pembelaan untuk Wilfrida harus dioptimalkan," desak Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka, dalam keterangannya, Jumat (20/9).
Rieke meningatkan, menyelamatkan Wilfirda bukan sekedar urusan nyawa seorang gadis miskin, tetapi soal bangsa dan sekaligus soal kemanusiaan. Wilfrida direkrut langsung oleh agen Malaysia yang bekerja sama dengan "calo" di Nusa Tenggara Timur. Wilfrida dikirim saat usianya di bawah umur yang semestinya. Dokumen dipalsukan, dan ia dikirim pada saat Indonesia sedang menyatakan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia.
Kasus pembunuhan yang melibatkan Wilfrida membuatnya dituntut vonis mati. Tapi selama persidangan tak diungkap motif peristiwa dan indikasi ia korban sindikat perdagangan manusia.
"Pemerintah SBY sebetulnya bisa bekerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk membongkar sindikat perdagangan manusia dua negara, apalagi agen yang merekrut Wilfrida sampai hari ini masih ada dan tenang-tenang jalankan bisnisnya," ujar Rieke.
"Sepuluh hari bukanlah waktu yang lama. Tapi bukan tak ada asa," tandas politisi PDI Perjuangan itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: