Acara pembukaan ini langsung dipandu oleh Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie didampingi anggota DKPP Anna Erliyana, serta Ketua KPU dan Bawaslu Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Jimly menerangkan tentang maksud dan tujuan acara ini.
"DKPP ini kan lembaga baru. Mungkin belum banyak yang mengetahui. Maka acara ini menjadi penting untuk mengenalkan DKPP ke masyarakat," ujar Jimly melalui rilis yang diterima
Rakyat Merdeka Online.
Jimly pun menekankan, pentingnya mengedepankan unsur pelayanan oleh para penyelenggara Pemilu baik kepada peserta maupun pemilih.
"Kalau yakin kita bisa independen nggak apa-apa penyelenggara Pemilu dekat dengan peserta. Saya cuma berpesan kepada KPU dan jajarannya, jangan mentang-mentang kita ini cuma melayani," tambah Jimly.
Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia, keberagaman di Indonesia juga kuat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya bangunan ibadah seperti masjid, gereja, dan pura. Tapi kata Jimly, penjara juga penuh. Sayangnya, hukuman yang berlaku saat ini tidak lagi ditakuti oleh para pejabat di negeri ini.
"Maka dari itu dibutuhkan mekanisme yang jauh lebih besar, yakni mekanisme etik. Ini untuk menyelamatkan lembaga-lembaga publik sebelum tercemar oleh kelakuan buruk orang-orang. Itulah yang dilakukan DKPP," terang dia
.[wid]
BERITA TERKAIT: