Bashar menyatakan diri siap menandatangani Konvensi Senjata Kimia dan menyerahkan rincian seluruh rancangan senjata yang dimilikinya pada bulan depan.
"Dalam beberapa hari ke depan kami akan mengirimkan dokumen yang diperlukan untuk PBB, termasuk dokumen-dokumen teknis yang diperlukan untuk menyusun perjanjian tersebut," kata Assad seperti yang dikutip dari
Telegraph saat muncul di stasiun televisi Rossiya 24.
Kemunculan Assad di stasiun televisi milik Rusia ini sekaligus menjadi respon pertama kalinya di hadapan publik terkait tuduhan kepemilihan senjata kimia yang disebut-sebut Amerika Serikat telah digunakan untuk membantai kurang lebih 1.400 warga sipil di Damaskus pada bulan lalu.
"Kemudian kita akan menandatangani Konvensi Senjata Kimia. Ini harus berlaku sekitar sebulan setelah penandatanganan. Itulah proses standar dalam pertimbangan," lanjutnya.
Kemunculan Assad di televisi Rusia menyusul perundingan yang tengah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Rusia dan AS di Jenewa, Swiss. Sebelumnya, AS merancang akan melancarkan tindakan militer terhadap Suriah terkait tragedi yang terjadi pada 21 Agustus di Damaskus.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama berupaya menarik dukungan internasional untuk mendukung aksinya tersebut, termasuk ketika mengikuti pertemuan G20 yang berlangsung di Rusia pada minggu lalu. Rencana Obama tersebut juga kemudian dibahas di internal AS dengan menggelar rapat di tingkat legislatif.
Namun, di tengah rangkaian sidang yang hampir mendekati voting (pemungutan suara) senat untuk untuk menyetujui serangan militer, Rusia tiba-tiba mengajukan opsi alternatif penyelesaian masalah Suriah. AS pun tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai opsi dari Rusia tersebut, sehingga rapat senat dan keputusan soal aksi militer terhadap Suriah pun ditunda.
AS dan Rusia kemudian sepakat mengirimkan Menteri Luar Negeri-nya untuk bertemu di Jenewa Swiss pada hari Kamis (12/9) demi membahas lebih lanjut mengenai usulan Rusia tersebut. Rusia mengirimkan Menlu Sergei Lavrov dan AS mengirimkan Menlu John Kerry.
Usulan Rusia terkait solusi masalah Suriah, seperti yang dilansir oleh
BBC, merupakan usulan tiga tahap, yakni:
Suriah bergabung dengan konvensi yang melarang produksi dan penggunaan senjata kimia. Kemudian, Suriah bersedia memberikan rincian program persenjataannya dan para pakar akan memutuskan langkah yang diambil selanjutnya. Sementara itu, AS mengkonfirmasi telah menerima dokumen resmi dari Suriah untuk mengikuti Konvensi Senjata Kimia.
[wid]
BERITA TERKAIT: