Menurut Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, keteladanan memberikan satu peran tersendiri dari yang seharusnya dijalankan oleh siapapun dalam posisi sebagai pemuka masyarakat.
"Di mana terdapat dua, yakni pendidikan formal di sekolah dan pendidikan non formal di masyarakat, dari keduanya ini harus ada yang hadir di depan. Karena ketika keteladanan tidak diperankan maka pendidikan politik tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Surya Paloh dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan DPP Nasdem, Senin (9/9).
Lebih jauh Surya mengemukakan, semua permasalahan di Indonesia tak bisa serta merta diselesaikan hanya dengan membuat satu peraturan ataupun undang-undang baru ke undang-undang berikutnya.
"Semakin banyak undang-undang tapi lebih banyak lagi pelanggaran. Untuk apa? Keteladanan yang kita butuhkan," tegasnya.
Partai Nasdem menyadari adanya kekecewaaan dan amarah masyarakat karena sebagian besar amanah yang dititipkan ke partai politik dan wakil rakyatnya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun, kemarahan ini menurut Surya seharusnya tak disikapi dengan sikap apatis dan memilih Golput.
Partai Nasdem ingin menyadarkan masyarakat untuk tak membuang atau menyia-nyiakkan apirasi mereka.
"Di tengah-tengah skeptisme terhadap partai politik, Nasdem ingin menawarkan lebih bagus masyarakat tetap memilih daripada membuang suaranya percuma, berada pada posisi apatisme sebagai golput. Kalau tak suka pada partai lama, kan ada partai baru," papar Surya, mengenai sikap Golput sebagian masyarakat.
"Menjadi (partai politik) alternatif. Itu yang kita perjuangkan daripada suara rakyat terbuang. Partai Nasdem hidup dan matinya membangun bangsa," tambahnya.
Lebih jauh Surya menyatakan, seorang pemimpin dalam membangun bangsa harus bisa bersikap terus terang tanpa kepura-puraan. Pemimpin harus mengakui kekurangannya, siap memberikan pelayanan, pengorbanan waktu dan lainnya. "Kalau belum bisa melakukan itu berarti salah tempat. Ini yang kita bilang sudah cukup jadi pemimpin," sambungnya.
Surya pun berharap siapapun calon legislatif atau calon presiden yang bertarung, masyarakat tidak terpecah belah.
Wakil Badan Pemenangan Pemilu DPP Nasdem Enggartiasto Lukita menambahkan, pendidikan politik tak harus dilakukan layaknya pendidikan formal seperti di sekolah maupun lembaga kursus. Melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan warga, partai politik bisa memberikan bagian dari pendidikan politik.
Senada dengan Surya, Engartiasto berpendapat, keteladanan sosok pemimpin memiliki peran penting dalam pendidikan politik bagi masyarakat.
[rus]
BERITA TERKAIT: