Dukungan kepada Jumhur yang juga menjabat sebagai Kepala BNP2TKI diberikan oleh beberapa tokoh-tokoh Aktivis Angkatan '80-an pada saat Halal Bihalal Aktivis Gerakan Angkatan 80-an yang digelar di Cafe Resto, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Diantaranya hadir Beathor, Bursah Zarnubi, M.Thoriq, Agus Lenon, Imran Zein Rolasdan Mulyana W. Kusumah.
Menurut Beathor Suryadi, Angkatan 80 bangga dengan adanya tokoh Angkatan 80 yang kini masuk di Kabinet Gotong Royong Jilid Dua yaitu Moh Jumhur Hidayat.
"Jumhur orang pemerintah yang ada di pihak kita dan paham betul tentang masalah kerakyatan," ujarnya, Jumat (23/8).
Beathor yang juga kini menjabat Pergantian Antar Wilayah (PAW) menggantikan Taufik Kiemas yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu ini mengajak aktivis 80 untuk terus mendukung Jumhur tokoh yang terus menggerakan perubahan
"Kita dukung Jumhur menjadi Calon Presiden agar cita-cita perubahan yang sedang diusung Jumhur jangan dirampok oleh orang lain," gugahnya.
Senada dengan Beathor, Bursah juga melihat bahwa sosok Jumhur mampu menginspirasi perubahan tatanan perubahan ke arah tatanan demokrasi yang lebih baik dan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sementara Mulyana Kusumah menambahkan saat ini IndoDia melihat krisis Indonesia tengah menghadapi krisis multidimensi dibidang sosial, energi, pendidikan hingga krisis kepercayaan terhadap demokrasi.
"Pencalonan Jumhur didukung oleh 6 juta TKI di luar negeri dan elemen buruh, petani, dan elemen-elemen lainnya ditolak oleh Demokrat merupakan bukti adanya manipulasi politik," kata mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum ini.
Mulyana menambahkan, Jumhur tetap punya hak berbicara tentang demokrasi. Termasuk mantan aktivis ITB ini diminta untuk berani membongkar kepalsuan tentang praktek demokrasi.
Angkatan 80-an adalah para aktivis yang lahir sebagai perlawanan terhadap represifnya rezim orde baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto waktu itu. Beberapa tokoh angkatan 80-an ini banyak yang dijebloskan ke penjara termasuk Jumhur Hidayat yang mendekam selama 3 tahun di Pulau Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
[rus]
BERITA TERKAIT: