"Saya apresiasi kerangka reformasi birokrasi rekrutmen CPNS Menpan RB, tapi saya juga harus mengingatkan bukan hanya soal konsepnya saja yang bagus tapi harus ada jaminan implementasinya sesuai konsep. Integritas penyelenggara rekrutmen juga harus terjamin," ujar Anggota Komisi II F-PKS, Jazuli Juwaini, Kamis (22/8).
Pemerintah berencana membuka lowongan CPNS tahun 2013 sebanyak 65.000 formasi. Dari jumlah tersebut 25.000 untuk instansi pusat dan 40.000 untuk instansi daerah. Hal ini terungkap dalam pemaparan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Azwar Abubakar pada Raker Komisi II DPR di Senayan (21/8).
Menpan RB memaparkan rekrutmen CPNS beda dan semakin memantapkan upaya reformasi birokrasi yang telah dirintis oleh kementeriannya. Diantara perbedaannya, menurut Menpan RB, terdapat pada paradigma rekrutmen benar-benar menekankan komptensi calon dimana soal tes disusun oleh konsorsium 10 PTN, pengenalan tes berbasis computer atau Computer Assisted Test (CAT), serta zero tolerance KKN. Menpan RB menjamin rekrutmen CPNS kali ini jauh lebih ketat dan berkualitas.
Menurut Jazuli yang juga Ketua DPP PKS ini, penyimpangan terhadap reformasi birokrasi dan rekrutmen CPNS lebih banyak terjadi di lapangan. Hal ini terjadi karena kesadaran moral yang rendah (moral hazard), pengawasan yang lemah, dan penegakan hukum yang tidak tegas dan memberi efek jera.
"Oleh karena itu jangan heran jika masih terdengar praktek calo, pungli, dan katebelece, bahkan penipuan. Tanpa ada penyadaran, pengawasan dan law enforcement, non-sense kita akan menegakkan reformasi di birokrasi kita melalui rekrutmen CPNS," tegasnya seperti dalam keterangan tertulisnya.
Namun demikian, Jazuli tetap optimis jika pemerintah bersungguh-sungguh membangun paradigma reformasi birokrasi, mengembangkan sistem dan manajemen SDM PNS yang kuat termasuk dalam proses rekrutmen, lalu menjalankannya secara konsekuen, perbaikan kualitas PNS dan pelayanan publik adalah hal yang niscaya.
[rus]
BERITA TERKAIT: