SBY Harus Sampaikan Sikap Resmi Kecam Peristiwa Berdarah Mesir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 18 Agustus 2013, 08:38 WIB
SBY Harus Sampaikan Sikap Resmi Kecam Peristiwa Berdarah Mesir
Susilo Bambang Yudhoyono/net
rmol news logo Langkah dan upaya aparat keamanan Mesir yang membubarkan demonstran pendukung presiden terkudeta Mohammad Morsy dengan cara kekerasan (14/8) membuat kondisi Mesir semakin memanas. Peristiwa itu pun telah memakan korban ratusan orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.
 
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan berpendapat, peristiwa tersebut merupakan pelanggaran HAM yang serius. Sebagai negara yang berkomitmen dengan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagaimana dimandatkan dalam Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus menyampaikan kecaman atasan peristiwa tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus melakukan aksi konkrit.

"Presiden SBY dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa harus menyampaikan sikap resmi mengecam peristiwa tersebut," ujar Ketua Badan Pengurus LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie seperti dalam keterangan rilisnya, Minggu (18/7).
 
SBY juga kata A. Hamim Jauzie harus menarik Duta Besar RI di Mesir sebagai bentuk protes. Dan sebagai negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), Indonesia sudah seharusnya mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan  peristiwa pelanggara HAM tersebut. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA