Sejak lama Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, sudah mengungkapkan rencana latihan yang disepakati dalam sidang Kementerian Pertahanan se-ASEAN itu. Purnomo mengatakan bahwa latihan bersama ini dimaksudkan untuk menghadapi tantangan kejahatan terorisme yang semakin kompleks.
Diakui, Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, ide latihan bersama ini cukup menarik jika dilihat dari sisi "diplomasi latihan", karena latihan yang melibatkan China dan Rusia di wilayah ASEAN.
"Setidaknya dapat mengurangi ketegangan yang terjadi," kata
Tapi dilihat dari manfaat di dalam negeri dalam konteks pemberantasan teroris, menurut dia masih perlu dipertanyakan mengingat materi latihan lebih mengacu pada aksi represif terhadap teroris. Menurut dia, pemberantasan teroris di Indonesia sekarang lebih dititikberatkan pada operasi intelejen dan deradikalisasi. Dengan kemampuan TNI yang semakin matang dalam operasi anti teror dan agar kemampuan itu tak sia-sia, seharusnya pemerintah melibatkan TNI dalam setiap operasi anti teror bersama polisi .
"Kalau TNI tak dilibatkan menghadapi ancaman yang nyata saat ini, untuk apa mereka berlatih menghabiskan uang rakyat?" ucapnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: