Mahasiswa Trisakti Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Depok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 30 Juni 2013, 15:12 WIB
Mahasiswa Trisakti Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Depok
istimewa
rmol news logo Maraknya peredaran narkoba di Indonesia yang sudah masuk ke berbagai tingkatan mulai dari artis hingga anak sekolahan mambuat banyak pihak kuatir. Bahkan dalam puncak peringatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) 2013 yang diadakan di Istana Negara pada beberapa hari yang lalu, Presiden SBY menyatakan bahwa HANI merupakan sebuah peringatan penting untuk menyadarkan manusia guna memberantas, dan mencegah penyebaran penyalahgunaan narkoba.

Tak ingin ketinggalan, sejumlah mahasiswa S2 dari Magister Manajemen Komunikasi (MM Komunikasi) Universitas Trisakti yang terdiri dari Eirin Putri Debarim, Marliyanti, Eriene I. Nizarlie dan Fariza Arfianto memperlihatkan keprihatinannya dan kepeduliannya terhadap permasalahan narkoba tersebut dengan menyelenggarakan acara sosialisasi narkoba bertemakan “Hidup Positif Bermakna Untuk Sesama” bagi sekitar 50 siwa-siswi SMP dan SMA Sekolah Merah Putih dan Pengurus Karang Taruna Pangkalan Jati, Depok (29/6).

“Kami melihat dari data-data yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), peredaran narkoba di Indonesia sudah mencapai tingkatan yang mengkuatiarkan, sehingga kami tergerak untuk melakukan sesuatu kegiatan yang dapat melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Ketua Pelaksana Eirin Putri Debarim seusai acara sosialisasi tersebut, sebagaimana rilis yang diterima redaksi.

Erin menyebutkan bahwa Indonesia kini dihadapkan pada permasalahan narkoba yang cukup memprihatinkan, hasil survei nasional terhadap penyalahgunaan narkoba pada tahun 2011, prevalensi pengguna narkoba, sebesar 2,2 persen atau sekitar 4 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia sebagai penyalahguna narkoba.
“Ini baru jumlah yang terungkap, belum termasuk kasus-kasus penyalahgunaan yang tidak terungkap,” ujar mahasiswi semester 2 ini.

Hal senada diungkapkan oleh Marliyanti, selaku tim research dalam pelaksanaan program ini. Dia menegaskan bahwa sebaiknya pihak-pihak berwenang tidak terpaku pada jumlah pengguna yang kini telah mencapai angka 4 juta dan akan terus bertambah tersebut. Namun harus diingat, bahwa berarti masih ada 240 juta penduduk Indonesia yang harus dijauhkan dari penyalahgunaan narkoba.

“Dengan program ini diharapkan kesadaran generasi muda akan bahaya penyalahgunaan narkoba dapat diikuti dengan penyebaran informasi ini kepada teman-teman dan lingkungannya,” ujarnya.

Dalam melaksanakan kegiatannya, para mahasiswa ini berusaha untuk menyuguhkan sosialisasi penyalahgunaan narkoba dengan cara sekreatif mungkin, para peserta disuguhkan penampilan grup musik Hamster’z Band, Fun Games yang menarik, Door Prize, serta menghadirkan LSM Gerakan Nurani Nusantara (GANN) yang merupakan jejaring BNN yang bergerak di bidang pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Ketua Umum Gerakan Nurani Nusantara, M. Fariza. Y. Irawady menyatakan apresiasinya pada para Mahasiswa tersebut, karena menurutnya apa yang para mahasiswa ini lakukan sekarang adalah hal yang sangat tepat.

“Dalam mereduksi penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan satu dua pihak saja, namun semua elemen masyarakat harus turut bergandengan tangan untuk melawannya, tentu saja tidak perlu sampai tindakan penangkapan, namun bisa dilakukan dengan melakukan sosialisasi semacam ini,” katanya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA