
Sekitar dua puluh orang yang mengatasnamakan diri Forum Tokoh Peduli Syariah (ForToPS) menggelar aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).
Mereka menilai, pengesahan RUU APBN-P 2013 merupakan keputusan DPR yang tidak memihak rakyat. Karena dengan persetujuan itu, maka harga BBM subsidi otomatis naik.
Beban hidup masyarakat tentu akan bertambah. Terlebih sebagian besar mobilitas rakyat Indonesia menggunakan mobil dan motor yang notabene menggunakan BBM.
"Beban biaya apabila BBM naik akan membuat pengeluaran kita juga semakin bertambah, semua menggunakan motor dan mobil pasti akan ada beban tambahan yang dibutuhkan," ujar kordinator lapangan aksi ini, Junaidi, saat berorasi diatas mobil pick up yang kemudian diikuti takbir para demontran.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan " Tolak Kenaikan BBM, Kebijakan Neolib SBY" dan "BBM Naik Rakyat Sengsara". Kedua spanduk itu dibentangkan ke arah Istana Negara.
Dan beberapa polisi tampak dengan santai menjaga aksi unjuk rasa ini.
[rsn]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: