PENYERANGAN LAPAS CEBONGAN

TB Hasanuddin: TNI Perlu Evaluasi Pendidikan Jiwa Korsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 06 April 2013, 17:01 WIB
TB Hasanuddin: TNI Perlu Evaluasi Pendidikan Jiwa Korsa
TB Hasanuddin/IST
rmol news logo Penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, yang ternyata dilakukan oleh oknum komando pasukan khusus (Kopassus), sebenarnya tidak akan terjadi andai kata anggota Kopassus memiliki disiplin yang tinggi.

Artinya jiwa korsa yang mereka miliki tidak harus dilakukan dengan cara membabi buta dan merugikan banyak pihak.

"Jiwa korsa akan menjadi tercela ketika ditempatkan dalam situasi yang salah," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, dalam rilis yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 6/4).

Untuk itu, lanjutnya, disamping dipupuk jiwa korsa, pasukan juga harus dipupuk sikap disiplin. Disiplin yang dimaksud adalah sikap taat dan tunduk pada aturan yang berlaku.

"Penyerangan ke Lapas Cebongan menggambarkan ada pembinaan yang kurang pas di jajaran TNI," lanjutnya.

Baginya, perlu diadakan evaluasi sistem pendidikan di TNI agar jiwa korsa pasukan tetap terpelihara tapi disiplinnya juga tetap tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jiwa korsa atau dalam istilah aslinya " l'esprit de corps" adalah semangat bekerja sama untuk saling mengerti, membantu, menjaga, melindungi dan menolong satu sama lain.

Semula L'esprit de corps diperkenalkan oleh jenderal besar dan ahli strategi perang, yang juga merupakan kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte. Jiwa korsa ini sangat dibutuhkan agar tiap satuan sukses dalam setiap peperangan. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA