PKS melihat pencapresan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, belum serius dan terkesan tarik ulur.
"Kami tidak mau seperti itu (Golkar). Kalau sudah keluar (nama capres), kami serius, tidak mau tarik ulur," ujar Ketua DPP PKS, Mustafa Kamal, di restoran Bakso Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (21/12).
Sejak awal, pencalonan Bakrie memang diwarnai penolakan di internal Golkar. Baru-baru ini, sesepuh Golkar yang duduk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, Akbar Tandjung, memberikan batas waktu kepada DPP Golkar untuk menaikkan elektabilitas Ical atau akan dievaluasi.
"Kami belajar sekali dari Golkar. Ini jadi pelajaran penting bagi PKS," tambah mantan Ketua Fraksi PKS itu.
Terjadinya tarik ulur dan rencana evaluasi atas pencapresan Ical atau ARB itu, menurut Mustafa, memperlihatkan Golkar tidak solid dalam pencapresan.
Meski sudah mengantongi nama-nama kandidat Capres dari sekarang, PKS akan mengumumkannya sesudah hasil pemilu legislatif 2014.
"Itu keputusan Majelis Syuro. Kalau menang 20 persen (perolehan kursi) kami akan mencalonkan capres sendiri," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: