Mengaitkan PT Ancora dengan mega skandal dana talangan Bank Century bukanlah hal yang mengada-ada meski keterkaitannya tidak langsung. Selama ini pihak manajemen PT Ancora tidak pernah berinisiatif menunjukan itikad baik untuk mengungkap kepada publik dan pihak berwenang perihal penguasaan aset PT Graha Nusa Utama (GNU) yang sedang dicari oleh Tim Bersama Asset recovery Bank Century.
Begitu disampaikan anggota Tim Pengawas Century DPR Bambang Soesatyo, Minggu (16/12).
Karena tidak pernah berinisiatif membuat pengakuan terbuka atas akuisisi PT GNU, menurut Bambang dalam keterangan tertulisnya, PT Ancora Land patut diduga berupaya menyembunyikan aset-aset yang seharusnya disita negara.
"Kalau ada itikad baik, seharusnya manajemen Ancora mengumumkan kepada publik bahwa Ancora Land telah menguasai aset PT GNU dan siap menyerahkannya kepada Tim Bersama Asset Recovery Bank Century," katanya.
Bisa saja kemudian manajemen Ancora beralasan bahwa mereka tidak tahu kalau PT GNU dan aset-asetnya bermasalah. Namun alasan ini pun sulit diterima karena Ancora Land dan Uni Menara Komunikasi wajib melakukan due diligence sebelum memfinalkan akuisisi PT GNU.
"Jadi, alasannya sudah terpenuhi untuk mengatakan adanya keterkaitan Ancora dengan kasus PT Antaboga Delta Securitas dan Bank Century. Karena PT GNU memang menerima aliran dana dari kelompok Robert Tantular," demikian Bambang. [rsn/dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: