Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, perbaikan tersebut bukan soal seberapa sering Istana berbicara, melainkan soal kualitas pesan yang disampaikan.
"Yang menarik, perbaikannya bukan karena Istana jadi lebih banyak bicara, tapi karena yang disampaikan terasa lebih tepat, lebih singkat, dan langsung ke pokok persoalan," katanya, Minggu, 12 April 2026.
Hensa juga menyoroti pergeseran gaya komunikasi Istana dari yang sebelumnya defensif menjadi lebih solutif. Ia meyakini konsistensi menjadi kunci agar perbaikan ini berlanjut.
"Kalau pola ini dijaga, publik bisa melihat bahwa ada kematangan baru dalam cara Istana mengelola komunikasi," jelasnya.
Ke depan, founder lembaga survei kedaiKOPI itu menekankan pentingnya menjaga konsistensi pola komunikasi tersebut agar kepercayaan publik terus meningkat.
Ia menilai, komunikasi yang ringkas, tepat sasaran, dan berorientasi solusi akan menjadi kunci bagi Istana dalam meredam polemik sekaligus memperkuat legitimasi di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
BERITA TERKAIT: