Minim Pengabulan, Istana Tak Mungkin Bermain Soal Pemberian Grasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 13 November 2012, 17:58 WIB
rmol news logo . Dari 127 orang narapidana yang memohon grasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hanya 17 orang yang berhasil dikabulkan. Mereka, masing-masing 10 anak kecil, 1 orang tunanetra, 4 orang dewasa, dan 2 Warga Negara Asing (WNA).

Begitu dikatakan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin di kantornya,  Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Selasa, 13/11).

"Itu semua berubah dari yang berat saja. Dewasa dilepaskan hukuman mati ke seumur hidup, anak dilepaskan semua," kata Amir.

Soal opini yang beredar bahwa pihak istana bermain soal pemberian grasi, politikus Demokrat itu membantah keras.

"(Kalau betul) sudah tentu yang dikabulkan itu lebih banyak. Ini yang ditolak 90 persen yang dikabulkan 10 persen, itupun pada anak yang dikabulkan," tegasnya.

Selain itu, Amir juga kelihatannya tidak senang dengan istilah obral grasi. "Sudah saya katankan 90 persen ditolak. Dimana obralnya? Yang ditolak bandar-bandar besar. Yang diterima anak-anak dan tuna netra," demikian Amir. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA