Politisi Harus Akui, Parpol Dalam Keadaan Darurat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 12 Oktober 2012, 16:36 WIB
Politisi Harus Akui, Parpol Dalam Keadaan Darurat
ilustrasi
rmol news logo Ditinjau dari teori pelembagaan, kelembagaan politik partai politik (Parpol) yang ada di Indonesia sangat lemah. Para politisi cenderung defenitif dan mementingkan pencitraan untuk pemenangan. Sementara, sedikit sekali yang berani untuk bersikap kritis dan introspektif.

"Politisi parpol harus akui bahwa parpol dalam keadaan darurat," ujar Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto dalam seminar bertajuk "Penguatan Kelembagaan Partai Politik Sebagai Pilar Demokrasi" di Aula Terapung, Perpustakaan Pusat UI, Depok, Jumat (12/10).

Indikator lemahnya pelembagaan parpol terlihat seperti ditunjukkan hasil survei Charta Politica belum lama ini. Dimana publik menilai citra parpol dan kinerja parpol sangat buruk, dengan Party ID hanya 16 persen. Selanjutnya ujar Bima, indikator opini publik melalui media mainstrem dan sosial media.

"Indikator administratif, ada dipermasalah keanggotaan. Banyak parpol yang mengatakan anggota parpolnyajutaan, tapi susah dibuktikan," katanya.

Permasalahan ini, lanjut Bima, bisa diatasi dengan memadukan pendekatan sistem, pendekatan kultural dan pendekatan aktor. Soal aksi, pendekatan regenerasi kepemimpinan parpol harus segera dilakukan. Selanjutnya panetrasi kelas menengah dalam partai politik.

"Masa depan republik ini ada di tangan generasi muda yang bersenjatakan nyali, naruni dan kompetensi yang mau bertarung di medan laga untuk meminggirkan politisi musiman dan pemimpin gadungan," demikian Bima.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA