Usai pengecekan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang mendampingi Sjafrie pun menjelaskan bahwa kapal induk tersebut dalam kondisi baik serta siap operasi 15-20 tahun ke depan.
”Kondisinya masih sangat baik sekali, dan mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh TNI Angkatan Laut, mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kata Ali.
Inspeksi juga dilakukan dengan menyusuri ruangan demi ruangan sampai berbagai fungsi pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.
”Diperlihatkan bagaimana ruangan-ruangan kapal ini masih dan peralatannya, masih berfungsi dengan baik,” kata Ali.
Kepada Menhan, Ali juga meyakinkan apabila tanpa retrofit sekali pun, kapal induk tersebut sudah siap berlayar dan beroperasi. Retrofit sendiri merupakan proses memasang teknologi, komponen, atau fitur baru yang sebelumnya tidak ada.
Sebagaimana diketahui, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026, dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global strategis selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 Nm melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia.
Sedangkan negara-negara yang disinggahi untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis yaitu Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka.
Kapal Giuseppe Garibaldi sendiri memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 6,7 meter. dan berat 13.850 Ton. Dengan sistem pendorong yang terdiri dari Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dan 4 Turbin Gas General Electric/Avio LM2500, kapal ini menghasilkan daya 81.000 tenaga kuda dengan kecepatan maksimal 30 knot.
Untuk jarak jelajahnya 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot, dan kapasitas angkutnya sanggup membawa lebih dari 10-18 helikopter kelas menengah/berat, drone serta mengakomodasi hingga 830 personel gabungan.
Kapal ini nantinya akan berfungsi untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.
BERITA TERKAIT: