Di hadapan keluarga besar PAN, Prabowo mengatakan dirinya hadir secara formal sebagai Presiden.
Namun, di luar kapasitas tersebut, ia ingin ditempatkan sebagai saudara dan sosok yang dekat dengan para kader PAN.
“Saya lebih senang dianggap sebagai saudaramu sebagai abangmu. Jangan sebagai eyangmu,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian secara khusus meminta agar dirinya dipanggil dengan sapaan yang lebih akrab yakni Bang Bowo, dan menolak dituakan dengan dipanggil Eyang Bowo.
“Aku suka, kalau kau panggil saya Bang Bowo. Awas, kalau leo manggil gue Mbah Bowo. Atau, Eyang Bowo!” ujarnya.
Candaan tersebut berlanjut ketika Prabowo menyebut dirinya bisa menerima sejumlah sapaan lain, termasuk “Kang Bowo” dan “Mas Bowo”.
“Bang Bowo oke, Kang Bowo oke, orang sunda mana orang sunda, kang boleh, yang lebih enak kalau dipanggil Mas Bowo. Awas ya lo manggil gue akik,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasinya kepada PAN yang disebutnya sebagai kawan seperjuangan.
“Saudara-saudara sekalian saya merasa sulit untuk berbicara sebetulnya karena saya hadir di tengah-tengah kawan-kawan seperjuangan yang setia. Terimakasih kawan-kawan dari PAN,” kata Prabowo.
Ia kemudian berbicara mengenai makna persahabatan yang menurutnya tidak hanya hadir ketika keadaan sedang baik.
“Kawan itu ada berbagai golongan, kawan adalah berbagai klasifikasi ada kawan di waktu gembira, ada kawan di waktu kita berkuasa, ada kawan di waktu indah, ada jenis kawan lain. Kawan di waktu kita susah,” tutur Prabowo.
BERITA TERKAIT: