Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya mencetak calon pemimpin TNI Angkatan Darat yang profesional, berkarakter, adaptif, dan memiliki wawasan strategis. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan untuk menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah.
Sjafrie juga mengingatkan bahwa perang informasi serta dinamika geopolitik global kini semakin kompleks. Karena itu, para perwira dituntut mampu memahami berbagai tantangan tersebut tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar keprajuritan.
"Menhan menegaskan bahwa calon pemimpin TNI AD harus memahami perkembangan lingkungan strategis, termasuk perang informasi dan dinamika geopolitik yang kian kompleks. Para pasis harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme sebagai landasan pengabdian," demikian keterangan Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, dikutip Rabu 22 Juli 2026.
Selain itu, Menhan mengajak seluruh Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Tahun Ajaran 2026 untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga kehormatan institusi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan rakyat Indonesia.
BERITA TERKAIT: