"Tiga dalam bentuk bom pipa besi dan tiga dalam bentuk pipa paralon, jadi ada enam. Itu dalam keadaan sudah dirangkai dan bisa digunakan," ujar Karo Penmas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta.
Menurutnya, secara kasat mata, bom pipa yang disita memiliki kemiripan dengan rangkaian bom yang ditemukan beberapa waktu lalu di Kota Tangerang.
"Itu memiliki spesifikasi teknis yang menyerupai. Cashingya itu sama dan bentuk rangkaiannya, atau istilah forensiknya bom signature, ada kemiripan," kata Boy.
Petugas juga menyita enam unit sepeda motor yang diduga hasil rampasan para terduga teroris dalam menjalankan aksinya. Satu unit sepeda motor dipastikan merupakan hasil rampasan saat insiden baku tembak di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan pertengahan tahun lalu.
"Motor yang tadi itu adalah B 6620 SPS, yang nomornya sudah diganti. Aslinya B 6620 SPS diganti menjadi B 6516 PGE, itu Honda Supra. Jadi, ada itu salah satu diamankan di TKP," ujar Boy.
Selain itu, lanjutnya, petugas juga menyita banyak barang bukti lain yang digunakan para terduga teroris. Seperti bahan kimia antara lain urea, florat, black powder, rangkaian kabel elektronik, buku jihad, senjata tajam jenis golok, senjata api, 34 butir peluru 9 milimeter, pistol rakitan jenis revolver dan uang hasil pengumpulan dana alias fai.
"Tim puslabfor kita sedang meneliti satu persatu termasuk properti milik pribadi, tas pinggang, uang. Diduga hasil fai yang sudah dilakukan," jelas Boy.
[wid]
BERITA TERKAIT: